Katarak pada hewan peliharaan lebih sering terjadi dari yang dikira. Pada anjing, penyebab terbanyak adalah genetik dan diabetes melitus. Pada kucing, katarak sekunder akibat uveitis (peradangan mata) adalah yang paling umum. Tanpa penanganan, katarak yang progresif berujung pada kebutaan permanen, bukan hanya penglihatan buram.

Prosedur: Phacoemulsification

Teknik yang digunakan adalah phacoemulsification, metode yang sama dengan operasi katarak manusia modern. Lensa yang keruh dihancurkan dengan gelombang ultrasonik melalui sayatan kecil (kurang dari 3 mm), kemudian dihisap keluar. Lensa buatan (IOL, Intraocular Lens) opsional dapat dipasang untuk mengembalikan fokus penglihatan.

Kapan waktu yang tepat untuk operasi?

Ini adalah pertanyaan kritis yang sering diabaikan. Banyak pemilik hewan menunggu terlalu lama dengan alasan “masih bisa melihat sedikit”. Masalahnya, katarak yang terlalu matang (hypermature) justru meningkatkan risiko komplikasi intraoperatif secara signifikan. Evaluasi dini oleh dokter hewan yang kompeten, termasuk pemeriksaan elektroretinografi (ERG) untuk menilai fungsi retina, menentukan prognosis pasca operasi.

“Jika retina tidak berfungsi, operasi katarak tidak akan mengembalikan penglihatan, bukan karena prosedurnya gagal, tapi karena evaluasi dilakukan terlambat.”

Pasca operasi:

  • Penggunaan obat tetes mata immunosupresif dan anti-inflamasi jangka panjang wajib
  • Penggunaan collar Elizabethan (kerucut) untuk mencegah garukan
  • Kontrol rutin pasca operasi pada minggu ke-1, ke-4, ke-8, dan ke-6 bulan

Informasi adalah Hak Anda sebagai Pemilik Hewan

Artikel ini bukan daftar layanan yang ingin dijual, ini panduan agar Anda bisa mengajukan pertanyaan yang tepat kepada dokter hewan mana pun yang Anda percaya. Setiap prosedur yang disebutkan di atas memiliki indikasi, kontraindikasi, dan risiko. Tidak ada satu pun prosedur bedah yang “pasti berhasil” tanpa evaluasi individual.

Yang kami tawarkan di Satwa Sehat Indonesia adalah transparansi: kami akan menjelaskan mengapa sebuah prosedur direkomendasikan, apa alternatifnya, apa risikonya, dan apa yang realistis bisa Anda harapkan. Keputusan ada di tangan Anda.

“Hewan tidak bisa berbicara tentang apa yang dirasakannya. Tugas kita bersama, sebagai pemilik dan dokter hewan, adalah memastikan keputusan yang kita ambil untuk mereka adalah keputusan terbaik yang bisa kita berikan.”

Konsultasikan Kondisi Hewan Anda

Jika hewan Anda menunjukkan gejala yang disebutkan dalam artikel ini, atau jika Anda membutuhkan pendapat kedua atas diagnosis yang sudah diterima, kami siap membantu.

  • Laboratorium & Klinik Satwa Sehat Indonesia, Malang, Jawa Timur
  • Layanan Khusus: Bedah ortopedi, bedah mata, bedah endoskopi, diagnostik laboratorium histopatologi & sitologi
  • Konsultasi dapat dijadwalkan untuk kasus-kasus kompleks
  • Dipimpin oleh: Dr. drh. Albiruni Haryo, M.Sc., AP.Vet., Dosen Universitas Brawijaya & Praktisi Bedah Veteriner

Punya pertanyaan lebih lanjut? Hubungi kami untuk konsultasi. Baca juga: Mengapa Pilihan Tempat Bedah Hewan Sangat Menentukan Hasil?.

*Artikel ini ditulis untuk tujuan edukasi. Setiap keputusan medis untuk hewan Anda harus selalu dikonsultasikan secara langsung dengan dokter hewan yang kompeten setelah pemeriksaan klinis.

Punya pertanyaan seputar kesehatan hewan Anda? Hubungi Kami sekarang juga.