Perjalanan antarkota, perpindahan kandang, latihan, dan kompetisi dapat menambah beban fisik sekaligus meningkatkan risiko penularan penyakit pada kuda. Pemeriksaan kesehatan sebelum berangkat membantu memastikan kuda cukup sehat untuk melakukan perjalanan dan dokumen yang dibutuhkan telah disiapkan.
Mengapa Pemeriksaan Sebelum Perjalanan Penting?
Kuda dapat terlihat aktif tetapi sedang berada pada tahap awal penyakit. Perubahan lingkungan, waktu angkut yang panjang, kepadatan di lokasi acara, dan kontak dengan kuda lain dapat memperbesar dampak kondisi tersebut.
Pemeriksaan juga membantu mengurangi risiko membawa penyakit ke kandang tujuan. Untuk perjalanan lintas wilayah di Indonesia, dokumen kesehatan dan persyaratan pengujian mengikuti ketentuan otoritas veteriner wilayah asal dan tujuan.
Apa yang Diperiksa oleh Dokter Hewan?
- Identitas kuda dan kesesuaian catatan kesehatannya.
- Suhu tubuh, denyut nadi, dan frekuensi pernapasan.
- Warna selaput lendir, hidrasi, dan kondisi tubuh.
- Suara jantung, paru-paru, dan saluran pencernaan.
- Kondisi kulit serta keberadaan luka atau caplak.
- Gerakan, ketimpangan, dan kenyamanan saat berdiri.
- Riwayat vaksinasi, penyakit, pengobatan, dan perjalanan sebelumnya.
Apakah Semua Kuda Memerlukan Tes Laboratorium?
Tidak selalu. Jenis tes ditentukan berdasarkan kondisi kuda, tujuan perjalanan, situasi penyakit wilayah, ketentuan penyelenggara, serta persyaratan otoritas veteriner. Pemeriksaan dapat meliputi darah lengkap, kimia darah, serologi, atau PCR untuk penyakit tertentu.
Untuk kuda dengan demam, penurunan performa, riwayat paparan caplak, atau hasil pemeriksaan fisik yang tidak normal, dokter hewan dapat menyarankan penundaan perjalanan dan pemeriksaan lanjutan.
Dokumen Perjalanan Hewan di Indonesia
Peraturan Menteri Pertanian Nomor 17 Tahun 2023 mengatur pengawasan lalu lintas hewan, produk hewan, dan media pembawa penyakit hewan di Indonesia. Sertifikat Veteriner diterbitkan oleh otoritas yang berwenang setelah persyaratan dipenuhi. Persyaratan dapat berbeda menurut asal, tujuan, spesies, dan status penyakit wilayah.
Hubungi dinas yang membidangi peternakan dan kesehatan hewan di wilayah asal dan tujuan sebelum menentukan jadwal. Jangan mengandalkan daftar persyaratan lama karena status penyakit dan ketentuan pengujian dapat berubah.
Persiapan Kuda Menjelang Keberangkatan
- Mulai pemeriksaan dan pengurusan dokumen lebih awal.
- Pantau suhu, nafsu makan, minum, feses, dan aktivitas.
- Pastikan kendaraan angkut bersih, aman, dan memiliki ventilasi.
- Siapkan air minum dan rencana istirahat sesuai durasi perjalanan.
- Hindari penggunaan obat penenang tanpa pemeriksaan dan arahan dokter hewan.
- Bawa catatan kesehatan serta kontak dokter hewan yang menangani.
Setelah Tiba di Lokasi
Amati perubahan suhu, nafsu makan, batuk, cairan hidung, feses, dan tanda kolik. Bila memungkinkan, batasi kontak langsung dengan kuda lain sampai masa observasi yang disarankan dokter hewan selesai. Peralatan minum, makan, dan perawatan sebaiknya tidak digunakan bergantian tanpa dibersihkan.
Konsultasi Sebelum Mengirim Kuda
Dokter hewan perlu mengetahui lokasi asal, tujuan, tanggal keberangkatan, jenis kegiatan, dan persyaratan dari penyelenggara atau otoritas. Jika dibutuhkan pengujian, Laboratorium Riset & Diagnostik Satwa Sehat dapat membantu menjelaskan persiapan serta pengiriman sampel. Hasil laboratorium bukan pengganti pemeriksaan klinis dan tidak otomatis menjadi Sertifikat Veteriner.
Sumber
- Peraturan Menteri Pertanian Nomor 17 Tahun 2023.
- Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan: Lalu Lintas HPM.
- WOAH: International competition horse movement.
Punya pertanyaan seputar kesehatan hewan Anda? Hubungi Kami sekarang juga.
