Demam, lesu, penurunan nafsu makan, selaput lendir pucat atau kekuningan, dan performa yang menurun pada kuda dapat berkaitan dengan banyak kondisi. Dua penyakit yang perlu dipertimbangkan pada kuda dengan riwayat paparan caplak adalah piroplasmosis dan anaplasmosis. Gejalanya tidak khas sehingga pemeriksaan dokter hewan dan pengujian laboratorium diperlukan untuk membedakan penyebabnya.
Apa Itu Piroplasmosis pada Kuda?
Piroplasmosis kuda merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit darah Theileria equi atau Babesia caballi. Penularan terutama terjadi melalui caplak. Peralatan yang tercemar darah, termasuk jarum yang digunakan berulang, juga dapat memindahkan agen penyakit dari satu hewan ke hewan lain.
Menurut World Organisation for Animal Health (WOAH), hewan yang terinfeksi dapat menjadi pembawa dalam waktu lama. Karena itu, kuda yang tampak sehat belum tentu bebas dari infeksi.
Apa Itu Anaplasmosis pada Kuda?
Anaplasmosis granulositik pada kuda disebabkan oleh bakteri Anaplasma phagocytophilum yang ditularkan melalui caplak. Penyakit ini tidak sama dengan anaplasmosis sapi yang umumnya berkaitan dengan Anaplasma marginale.
Kuda yang terinfeksi dapat mengalami demam akut, lesu, kehilangan nafsu makan, pembengkakan tungkai, serta perubahan jumlah sel darah putih dan trombosit. Derajat gejala dapat berbeda antarhewan.
Tanda yang Perlu Diperhatikan
- Demam atau suhu tubuh meningkat.
- Nafsu makan dan aktivitas menurun.
- Selaput lendir terlihat pucat atau kekuningan.
- Berat badan atau performa kerja menurun.
- Denyut nadi dan pernapasan meningkat.
- Pembengkakan pada bagian bawah tungkai.
- Riwayat paparan caplak atau perjalanan dari daerah lain.
Tanda tersebut tidak dapat digunakan untuk memastikan penyakit. Anemia, gangguan hati, infeksi lain, dan masalah metabolik dapat memberikan gambaran yang serupa.
Pemeriksaan yang Mungkin Diperlukan
1. Pemeriksaan klinis
Dokter hewan menilai suhu, denyut nadi, pernapasan, warna selaput lendir, hidrasi, kondisi tubuh, serta keberadaan caplak. Riwayat perjalanan, penggunaan obat, dan penyakit dalam kelompok juga penting.
2. Darah lengkap dan apus darah
Pemeriksaan darah membantu menilai anemia, trombosit, sel darah putih, dan perubahan lain yang mendukung penentuan diagnosis. Apus darah dapat memperlihatkan agen tertentu, tetapi hasil negatif tidak selalu menyingkirkan infeksi.
3. PCR
PCR mendeteksi materi genetik agen penyakit. Metode ini berguna ketika dokter hewan perlu mencari infeksi aktif atau menentukan agen secara lebih spesifik. Waktu pengambilan, jenis sampel, kondisi penyimpanan, dan terapi sebelumnya dapat memengaruhi hasil.
4. Serologi
Serologi mendeteksi respons antibodi dan dapat digunakan untuk menilai riwayat paparan atau memenuhi tujuan pengawasan tertentu. Hasil positif tidak selalu berarti penyakit sedang aktif, sedangkan sampel yang diambil terlalu awal dapat belum menunjukkan antibodi.
Cara Mengurangi Risiko
- Lakukan pemeriksaan caplak secara rutin.
- Gunakan jarum dan alat yang bersentuhan dengan darah secara aman.
- Pisahkan sementara kuda baru sampai pemeriksaan kesehatan selesai.
- Catat demam, penurunan performa, dan perubahan nafsu makan.
- Konsultasikan kebutuhan pengujian sebelum perjalanan atau perpindahan wilayah.
Konsultasi Pemeriksaan Kuda
Pemilihan pemeriksaan harus disesuaikan dengan gejala, waktu munculnya penyakit, tujuan pengujian, dan persyaratan wilayah tujuan. Laboratorium Riset & Diagnostik Satwa Sehat dapat membantu memberikan informasi mengenai jenis sampel, penanganan sampel, dan ketersediaan pemeriksaan. Diagnosis serta keputusan terapi tetap dilakukan oleh dokter hewan yang menangani pasien.
Sumber
Punya pertanyaan seputar kesehatan hewan Anda? Hubungi Kami sekarang juga.
