Pemeriksaan laboratorium pada sapi digunakan untuk membantu dokter hewan menilai kondisi individu, menyelidiki masalah dalam kelompok, memantau kesehatan reproduksi, serta mendukung persyaratan lalu lintas hewan. Pemilihan tes tidak dapat disamaratakan karena setiap masalah membutuhkan sampel dan metode yang berbeda.
Kapan Pemeriksaan Laboratorium Dibutuhkan?
- Sapi mengalami demam, lemas, anemia, diare, batuk, atau penurunan berat badan.
- Produksi susu atau pertambahan bobot menurun tanpa penyebab yang jelas.
- Terjadi keguguran, kelahiran lemah, retensi plasenta, atau gangguan kesuburan.
- Beberapa sapi menunjukkan gejala serupa dalam waktu berdekatan.
- Akan dilakukan pembelian, pemasukan ternak baru, atau perpindahan wilayah.
- Diperlukan pemantauan program pengendalian penyakit dalam kelompok.
Jenis Pemeriksaan yang Umum Digunakan
1. Hematologi atau darah lengkap
Hematologi membantu menilai sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Hasilnya dapat mendukung penilaian anemia, peradangan, infeksi, kehilangan darah, atau gangguan pembentukan sel darah.
2. Kimia darah
Kimia darah digunakan untuk menilai fungsi organ dan keseimbangan metabolik melalui parameter yang dipilih dokter hewan. Pemeriksaan ini perlu dibaca bersama kondisi klinis, pakan, umur, fase produksi, dan status kebuntingan.
3. Pemeriksaan feses
Pemeriksaan feses dapat membantu mendeteksi telur cacing, ookista, atau agen lain sesuai metode yang digunakan. Hasilnya membantu menentukan apakah pengendalian parasit perlu dievaluasi. Satu hasil negatif tidak selalu menyingkirkan infeksi karena pengeluaran telur atau agen dapat berubah dari waktu ke waktu.
4. Mikrobiologi
Kultur dan identifikasi mikroorganisme dapat digunakan pada sampel tertentu. Bila sesuai, uji kepekaan antimikroba membantu dokter hewan memilih terapi berdasarkan hasil laboratorium. Sampel sebaiknya diambil sebelum pemberian antimikroba, kecuali dokter hewan menentukan lain.
5. PCR dan serologi
PCR mendeteksi materi genetik agen, sedangkan serologi menilai antibodi atau antigen sesuai jenis pengujian. Keduanya memiliki tujuan dan waktu pengambilan yang berbeda. Hasil harus ditafsirkan berdasarkan gejala, riwayat vaksinasi, fase penyakit, serta situasi penyakit wilayah.
6. Pemeriksaan reproduksi
Masalah reproduksi dapat membutuhkan kombinasi pemeriksaan klinis, ultrasonografi, evaluasi semen, sitologi, hormon, serologi, atau pemeriksaan agen infeksius. Tidak ada satu tes yang dapat menjawab seluruh penyebab infertilitas atau keguguran.
Sampel yang Mungkin Diperlukan
- Darah dengan atau tanpa antikoagulan.
- Serum atau plasma.
- Feses segar.
- Urin.
- Susu.
- Swab dari lokasi yang ditentukan dokter hewan.
- Jaringan, plasenta, atau bahan keguguran dengan prosedur biosekuriti khusus.
Jenis wadah, suhu penyimpanan, volume, dan waktu pengiriman berbeda untuk setiap pemeriksaan. Mengirim sampel tanpa konfirmasi dapat menyebabkan sampel ditolak atau hasil tidak dapat ditafsirkan.
Pemeriksaan untuk Lalu Lintas Sapi
Persyaratan lalu lintas sapi mengikuti status penyakit wilayah asal dan tujuan. Sistem resmi Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan menunjukkan bahwa dokumen hasil uji, vaksinasi, dan Surat Keterangan Kesehatan Hewan dapat menjadi persyaratan pada kondisi tertentu. Peternak perlu mengonfirmasi ketentuan terbaru kepada otoritas veteriner sebelum mengambil sampel.
Sebelum Mengirim Sampel
- Sampaikan jumlah sapi yang sakit dan total populasi berisiko.
- Catat umur, jenis kelamin, fase produksi, gejala, dan tanggal mulai sakit.
- Informasikan vaksinasi serta obat yang sudah diberikan.
- Konfirmasikan jenis sampel, wadah, volume, suhu, dan jadwal pengiriman.
- Gunakan pelindung diri saat menangani bahan keguguran atau sampel berisiko zoonosis.
Konsultasikan Pemeriksaan yang Sesuai
Laboratorium Riset & Diagnostik Satwa Sehat dapat membantu memberikan informasi pra-analitik, jenis sampel, dan ketersediaan metode. Pemilihan panel dan penafsiran hasil dilakukan bersama dokter hewan berdasarkan masalah pada individu atau kelompok.
Sumber
- WOAH: Developing standards for diagnostic tests.
- Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan: Lalu Lintas HPM.
- WOAH: Bovine anaplasmosis.
Punya pertanyaan seputar kesehatan hewan Anda? Hubungi Kami sekarang juga.
