Bedah Jaringan Lunak
Penanganan kasus saluran pencernaan, saluran kemih, reproduksi, tumor, luka kompleks, mata, telinga, dan rongga mulut.
Penanganan kasus bedah terjadwal dan rujukan dengan pemeriksaan, perencanaan anestesi, fasilitas tindakan, serta perawatan setelah operasi.
Penanganan kasus saluran pencernaan, saluran kemih, reproduksi, tumor, luka kompleks, mata, telinga, dan rongga mulut.
Penanganan patah tulang, gangguan sendi, cedera ligamen, implant ortopedi, TPLO, dan kasus sendi terpilih.
Tindakan dengan bantuan endoskopi, rekonstruksi jaringan, serta penanganan saraf perifer pada kasus terpilih.
Dokter menilai riwayat, kondisi, hasil pemeriksaan, dan tujuan rujukan.
Tim menyusun pilihan tindakan, anestesi, kebutuhan alat, biaya, dan perawatan.
Tindakan dilakukan setelah persetujuan pemilik dan kesiapan pasien dinilai.
Pasien dipantau dan memperoleh rencana obat, kontrol, perawatan luka, atau rehabilitasi.
drh. Albiruni Haryo merupakan Pimpinan dan Dokter Senior Klinik Hewan Satwa Sehat Malang dengan pengalaman praktik bedah veteriner hampir 10 tahun. Beliau pernah menjadi pengurus Asosiasi Dokter Bedah Veteriner Indonesia periode 2017 sampai 2021 dan menerima kasus rujukan dari berbagai wilayah.
Kasus kompleks ditangani bersama tim berdasarkan kondisi pasien, pemeriksaan penunjang, manfaat yang diharapkan, risiko, ketersediaan fasilitas, serta kebutuhan perawatan setelah operasi.
Ya. Dokter perlu menilai kondisi terkini, hasil pemeriksaan sebelumnya, dan kesiapan pasien sebelum menetapkan rencana tindakan.
Bawa catatan medis, hasil laboratorium, hasil pencitraan, daftar obat, dan informasi perubahan kondisi pasien.
Informasi awal dapat diberikan, tetapi estimasi yang lebih tepat memerlukan pemeriksaan, diagnosis, dan rencana tindakan.
Sampaikan diagnosis sementara, hasil pemeriksaan, obat yang sedang digunakan, dan kondisi terkini agar tim dapat menyiapkan konsultasi.
Informasi pada halaman ini bersifat umum dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Rencana pemeriksaan atau tindakan ditentukan dokter hewan berdasarkan kondisi masing-masing pasien.